Buku ini membahas bagaimana Konstitusi seharusnya tidak hanya ditafsirkan oleh Mahkamah Agung, tetapi juga menjadi alat untuk diskusi publik tentang aspirasi demokrasi. Cass Sunstein mengkritik pandangan bahwa status quo bersifat netral dan mendorong pendekatan yang lebih inklusif dalam interpretasi konstitusional.
Cass Sunstein mounts a defense of the most striking characteristics of the current Supreme Court.