Buku ini merupakan refleksi sosial yang menggambarkan kehidupan kaum miskin kota atau kaum gembel di Indonesia. Disusun sebagai semacam "pengajuan perkara" kepada sejarah, buku ini menyoroti keberadaan mereka, potret kehidupan sehari-hari, kondisi ketertindasan di tengah kemerdekaan, dan tuntutan mereka atas hak-hak asasi yang diabaikan.